Minggu, 18 September 2016

Menyuarakan Kepanduan Muhammadiyah Hizbul Wathan (HW).



Menyikapi berita http://www.republika.co.id/......mendikbud sebut pramuka akan masuk jadwal pelajaran formal, pihaknya sedang menggodok rencana tersebut.
Penanaman karakter kepada generasi bangsa sebenarnya banyak jalan menuju kesana, terkait kegiatan kepanduan sekolah Muhammadiyah telah melakukan giat kepanduan sejak tahun 1918 yang di pelopori oleh kyai besar Ahmad Dahlan,

Sabtu, 19 Maret 2016

SERAGAM DAN ATRIBUT PANDU HW PENGENAL

SERAGAM DAN ATRIBUT PANDU PENGENAL

model hem putra, warna keki tua
memakainya dimasukan dalam celana

model hem putri,warna keki tua
memakainya diluar celana, menutupi lekuk tubuh

model celana untuk putra dan putri, warna biru tua
model memakai embose pas lutut

SERAGAM DAN ATRIBUT HIZBUL WATHAN

SERAGAM DAN ATRIBUT PANDU PENGHELA

Tingkatan dalam kepanduan HW diusia 15-21 tahun atau setingkat SMA/SMK/MA adalah kepanduan HW Penghela.

Skema pimpinan :


DEWAN KEHORMATAN : merupakan kekuasaan tertinggi dari kerabat, dengan tugas merundingkan kemajuan kerabat, dan hal-hal yang perlu dicari solusi perkembangan dan aktifitas kerabat.
Anggota dewan kehormatan : rimata, rimata muda,pemimpin kerabat, pemimpin kawan, penghela yang telah dilantik.

DEWAN EKSEKUTIF : merupakan pemimpin harian dari kerabat yang menyelenggarakan rencana dan pekerjaan sehari-hari dari kerabat, diketuai oleh pemimpin kerabat atau secara bergiliran dipegang oleh pemimpin- pemimpin kawan.
Anggota dewan eksekutif : pemimpin kerabat, pemimpin kawan, penghela yang sanggup dan cakap.

Pembentukan kawan berdasarkan kesamaan minat : misalnya sama-sama berminat dibidang kesenian, berminat dibidang olahraga, minat lingkungan hidup, dan lainnya.


Kelengkapan kerabat :
1.       Nama kerabat, diambil dari nama – nama pahlawan
2.       Symbol kerabat – sesuai dengan nama kerabat, pemasangan di tengah saku kanan. 
1.       Adat kerabat:setiap kerabat mempunyai adat kebiasaan/cara spesifik, ditulis dalam buku yang disebut buku adat, selalu dipelihara dan dilengkapi, dibuat oleh dewan kehormatan, tujuan pembuatan adat untuk melatih dan mengatur diri sendiri juga memberikan inisiatif.

Tanda adat kerabat, ukuran badge 8,5 x 9,5 cm,warna dasar merah,  peletakannya di lengan kiri

Kamis, 10 Desember 2015

KEBANGKITAN HW

DALAM ORTOM MUHAMMADIYAH


urgency-dalam keadaan dan kebutuhan yang mendesak-tuntutan yang sangat kuat dari sejarah perjuangan dan pengabdian persyarikatan muhammdiyah kepada ibu pertiwi,Hizbul wathan harus ada dan bangkit kembali. sejak didirikannya pada 6 juni 1918 oleh sang pencerah - kh.ahmad dahlan - pandu hizbul wathan diberi ruang yang amat strategis untuk melaksanakan pendidikan bagi anak-anak, remaja/pemuda dan orang dewasa di luar sekolah dan luar rumah.

Senin, 30 November 2015

pandu hw pengenal purwa

kenaikan tingkat

kenaikan tingkat dilaksanakan oleh setiap pandu yang telah siap dan memenuhi syarat kenaikan sebagai berikut, kenaikan tingkat untuk pandu HW pengenal purwa :

  1. hafal dan faham rukun iman
  2. hafal dan faham rukun islam
  3. hafal bacaan sholat fardhu
  4. dapat mempersiapkan sholat berjamaah

Minggu, 29 November 2015

pandu HW tingkat penghela

duk pandu penghela

pandu penghela merupakan wadah pemuda pemudi putra muhammadiyah, suatu perubahan yang berlangsung terus menerus yang dialami pemuda dan pemudi, suatu proses yang meregangkan dalam segala lapangan kepribadian dan masyarakat, dalam keluarga terjadi makin regangnya hubungan anggota keluarga, apalagi dengan anggota keluarga yang lainnya. Ayah dan ibu merupakan keluarga sendiri, disamping keluarga anak jika mereka sudah menikah, tak jarang kadang kala mereka tidak tahu lagi asal usul neneknya, dikarenakan terputusnya silaturahim dan tidak jarang pula enggan melakukan ziarah pada kubur keluarga lainnya. Hal ini kemungkinan dirasakan adanya kesibukan yang menjadi prioritasnya, penyelesaian masalah-masalah kehidupan. pemuda yang biasanya menjadi teras masyarakat, kemudian menjadi seorang yang bersifat individualistis, sehingga hal ini akan membentuk suatu masyarakat yang bersendikan kepentingan perorangan, karena keluarga merupakan jaringan dan tuntunan dalam tubuh masyarakat.